RSS
Write some words about you and your blog here

ALLAH ADA DI MANA-MANA

ALLAH ADA DI MANA-MANA


Sebagian orang membayangkan bahwa diri mereka sendiri adalah sebuah materi, dan dunia yang mereka lihat di sekelilingnya adalah sesuatu materi yang pasti. Tapi mereka menganggap Allah (sesungguhnya Allah lebih dari itu) sebagai imajinasi yang meliputi suatu materi yang pasti itu. Atau, karena mereka tidak dapat melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka berkata “Allah pasti berada di suatu tempat yang tidak bisa kita lihat, di luar angkasa atau tidak bisa dilihat dengan mata manusia” (tentu saja Allah lebih dari itu). Tapi semua itu adalah kesalahan fatal.
Karena Allah ada di mana-mana, tidak hanya di langit. Sebagai satu-satunya zat yang absolut, Allah meliputi jagad raya, manusia dan tempat, surga dan di manapun. Dan Allah nyata di jagad raya. Menurut hadis, Nabi kita, Muhammad SAW mengatakan bahwa seseorang yang mengatakan bahwa Allah ada di langit mengatakan yang sesungguhnya. Tapi pernyataan itu tidak menyebabkan konflik dengan fakta bahwa Allah ada di mana-mana. Karena jika seseorang berada di suatu tempat bersama Anda di Bumi, mengangkat tangannya dan berdoa kepada Allah dan berpikir bahwa Allah ada di langit, sementara seseorang yang berada di Kutub Selatan melakukan hal yang sama, sementara seseorang di Kutub Utara mengangkat tangannya dan seseorang lainnya di Jepang, atau Amerika atau Ekuador mengangkat tangan ke langit dengan cara yang sama dan menghadap Allah, maka tidak mungkin berbicara tentang sebuah arah tertentu. Dengan cara yang sama, jika jin, malaikat dan setan berada di tempat-tempat berbeda di luar angkasa dan jagad raya juga berdoa menghadap langit, maka tidak mungkin membicarakan sebuah arah tertentu dan situasinya adalah meliputi seluruh jagad raya.
Kita juga harus ingat bahwa Allah terbebas dariruang dan waktu. Allah sendiri adalah sesuatu yang berbeda. Tapi perwujudan dari Allah ada di mana-mana. Jika seseorang memasuki sebuah ruangan dan mengatakan Allah tidak ada di sana, dia mengingkari Allah. Perwujudan Allah ada di ruangan itu dan di manapun. Di manapun Anda berada, perwujudan Allah ada di sana. Beberapa ayat Alqur’an mengatakan bahwa Allah meliputi seluruh tempat, bahwa Allah lebih dekat dari urat leher kita, dan kita akan melihat wajah-Nya kemanapun kita menatap. Misalnya, di surat Al Baqarah ayat 255, Allah mengatakan : “Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.” Surat Hud, ayat 92 : “Ketahuilah (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan” yang berarti Allah juga meliputi apa yang manusia lakukan.
Kebenaran yang ada di Alqur’an jelas sekali : Allah tidak hanya berada di langit. Allah adalah Dia yang meliputi dan ada di seluruh tempat. Pengetahuan ini ada di dalam Alqur’an untuk kita ketahui. Menjelaskan kenyataan rahasia di balik materi  memungkinkan manusia mengerti lebih baik tentang ayat-ayat tersebut. Orang-orang yang menyadari bahwa materi bukanlah kehidupan absolut akan sadar bahwa Allah ada di manapun dan kapanpun, bahwa Allah melihat dan mendengar mereka setiap saat, bahwa Allah menyaksikan semuanya dan lebih dekat dari urat leher mereka, dan Allah mendengar doa dari orang yang berdoa.
Beberapa ayat Alqur’an berkenaan dengan subyek tersebut.
Dan milik Allah Timur dan Barat. Ke mana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. (Surat Al-Baqarah, 115)
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar. (Surat Al-Baqarah, 255)
Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, ”Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Alqur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (Surat Al-Isra’, 60)
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan akan datang kepada (Allah) Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba. Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (Surat Maryam, 93-94)
Dan (kemenangan-kemenangan) atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu perkirakan, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Surat Al- Fath, 21)
Padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos). (Surat Al-Buruj, 20)
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.  (Surat Qaf, 16)
Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan. (Surat Ali ‘Imran, 120)
Mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan. (Surat An-Nisa’, 108)
Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu. (Surat An-Nisa’, 126)
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan. (Surat Al-Anfal, 47)
Dia (Syu’aib) menjawab, “Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan”. (Surat Hud, 92)
Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Surat Fussilat, 54)
PENDAPAT  TUAN ADNAN OKTAR MENGENAI TAKDIR, KETETAPAN, DAN FAKTA BAHWA ALLAH ADA DI MANA-MANA.
Adnan Oktar : Subyek yang sangat difokuskan sebagian besar orang adalah keberadaan Allah, kematian, apa yang akan terjadi setelah hari kiamat, dan takdir. Dengan kata lain, tak peduli seberapa sering mereka mencoba untuk tidak mengakuinya, mereka selalu memikirkannya. Karena setiap malam, ada sebuah film di TV tentang seseorang yang meninggal. Bahkan jika seseorang melihat seekor serangga mati, hal itu akan mengingatkannya kepada kematian, dan saat seseorang itu berpikir tentang dirinya, hal itu mengingatkannya lagi kepada kematian.
Orang merasa sangat terganggu saat membicarakan takdir. Masih ada perdebatan sengit, bahkan setelah saya membahasnya cukup lama, mereka masih saja belum menerimanya. Mereka mengatakan bahwa Allah telah menetapkan takdir, tentu saja. Ada takdir, tetapi juga ada kebebasan memilih, kata mereka, dengan kata lain ada sedikit kekuatan kecil pada kita – na’udzubillah min dzalik – yang tidak dapat Allah kontrol, yang menjadi hak kita. Dengan kata lain, Allah tidak mengetahui apa yang akan kita lakukan, atau Allah tahu, tapi hanya samar-samar (na’udzubillah min dzalik). Dan saat kita melakukan sesuatu Allah menunjukkan kita dua jalan, tapi tidak tahu jalan mana yang kita pilih. Kita memilih jalan itu, na’udzubillah min dzalik, dengan keinginan kita sendiri. Dan menjadi sebuah informasi kejutan, semoga Allah melarangnya, untuk Allah. Maksudnya menjadi sesuatu yang Allah ketahui untuk pertama kalinya, dan walaupun Allah menguji kita, dan Allah akan mengerti (na’udzubillah min dzalik). Hal itu sama sekali tidak ada. Baik takdir dan sebagian keinginan bebas diciptakan oleh Allah.   
Hanya ada satu momen. Apa arti satu momen di dalam masa? Artinya waktu yang sangat singkat. Yang kita sebut ”instan” adalah masa yang sangat singkat. Allah telah mencipta dan menyelesaikan yang tak terhingga sebelum dan sesudah dalam masa yang sangat singkat itu. Tidak ada yang harus diselesaikan. Tidak ada yang bisa dilakukan seseorang pun. Jadi bagaimana kebebasan memilih Anda itu bukan bagian dari takdir? Oleh karena itu, orang yang egois yang melihat dirinya sendiri – na’udzubillah min dzalik – sebagai seorang yang hebat, tidak dapat mengerti hal ini. Fakta bahwa Allah telah menetapkan takdir dan juga kebebasan memilih akan mengganggu pikiran mereka untuk beberapa alasan. Hal kedua yang mengganggu mereka adalah fakta bahwa Allah ada di mana-mana. Mereka menginginkan Allah ada di langit, hanya di satu tempat tertentu di langit. Bukan di semua tempat di langit, hanya di satu tempat saja.
Seseorang baru saja menyatakan bahwa jika Allah ada di kamar kita, dan di tubuh kita, maka kita adalah Allah, na’udzubillah min dzalik! Kita menyembah esensi Allah. Menjadi perwujudan Allah adalah satu hal, dan menjadi esensi Allah adalah hal lainnya, bukan begitu? Kita menyembah esensi Allah. Tentu saja kita perwujudan Allah dan Allah ada di mana-mana. Allah juga ada di tubuh kita. Sebagian orang tidak ingin Allah ada di dalam tubuh mereka. Dan karena itu mereka juga tidak menginginkan-Nya di dalam kamar mereka. Di mana mereka menginginkan-Nya? Jauh di atas langit. Mereka menginginkan-Nya berada di sana, begitu jauh, na’udzubillah min dzalik!
Kenapa mereka harus mengatakannya seperti itu, kenapa mereka mempercayainya, saya benar-benar tidak mengerti. Artinya, jika mereka ditanya apakah Allah ada di sini, mereka akan mengatakan tidak. Di mana Allah? Di langit, tapi Allah tidak ada di sini, kata mereka. Oleh karena itu, mereka akan mengatakan Allah tidak ada di Bumi (na’udzubillah min dzalik) bukan? Mereka akan mengatakan Allah ada di langit dan Dia tidak ada di sini. Mereka mengatakan bahwa hanya pengetahuan-Nya yang dapat sampai kepada kita, tapi bukan diri-Nya. Mereka mengatakan : “kami adalah makhluk yang seutuhnya, Allah hanyalah bayangan.”
Saya terbiasa mendengar kalimat itu saat saya masih kecil. Buktikan bahwa Allah ada, kata mereka. Lalu mereka akan mengatakan, “Bisakah kau tunjukkan gambar di televisi atau suara di radio, atau pikiranmu sendiri? Bisakah kau tunjukkan isi dari pikiranmu?” Mereka katakan itu karena kau tidak bisa memperlihatkan isi pikiranmu, kau juga tidak bisa memperlihatkan Allah, dan itu penjelasan mereka. Benar bahwa Allah tidak  bisa dilihat atau disentuh, dan bukan sebuah obyek. Allah bukanlah makhluk dengan ruang dan waktu. Allah berada di luar ruang dan waktu. Tapi tujuan yang sebenarnya dari orang-orang ini sangat berbeda. Misalnya mereka mengatakan ada seorang anak perempuan dan Rasulullah datang. Rasulullah bertanya, ”di mana Allah?” Anak perempuan itu menjawab, ”Allah ada di langit.” “Kau benar,” kata Rasulullah. Mereka menjadikannya bukti dan percaya bahwa Allah ada di langit. Baiklah, Allah ada di langit. Saat anak perempuan ini menunjuk ke atas, dia menunjuk ke langit dan dia berada di Arab. Seseorang yang berada di Kutub Utara atau di Kutub Selatan juga mengangkat tangannya ke langit dan berdoa kepada Allah. Seseorang di ekuator mengangkat tangannya. Seluruh orang di bumi, mengangkat tangan mereka ke atas. Mahkluk lainnya di Merkurius atau Uranus dan sistem planet lainnya juga berdoa ke arah atas. Dengan begitu, berarti meliputi ruang angkasa yang kosong, bukan?
Misalnya, seseorang berada di Merkurius, Bumi juga ada di langit, dan saat seseorang itu mengangkat tangannya, dia mengangkat tangannya ke arah Bumi. Dan saat seseorang di Bumi mengangkat tangannya ke langit, dia akan mengangkat tangannya ke arah planet lain. Untuk itu, wilayahnya meliputi 360 derajat. Mereka telah gagal melihatnya. Seperti yang pernah dikatakan bahwa, mereka tiba-tiba berhenti berkomentar dan kepercayaan yang aneh itu tidak pernah diperdebatkan lagi. Tapi orang-orang seperti itu akan selalu ada dari waktu ke waktu dan tetap mengatakan hal itu. Akan ada orang-orang yang mengatakan adanya kebebasan memilih. Baiklah, kebebasan memilih akan ada, tapi di dalam takdir. Kebebasan itu ada di dalam takdir yang telah diciptakan Allah. Kebebasan itu diciptakan di dalam takdir. Kau memilih, kau membuat pilihanmu sendiri, tapi kebebasan itu ada di dalam takdirmu sendiri. Untuk itu, na’udzubillah min dzalik, kau tidak memiliki cara  untuk mengejutkan Allah. Dengan kata lain, kau tidak bisa melakukan apa pun tanpa sepengetahuan Allah.
Lakukanlah yang sudah ada sebelumnya, yang telah terjadi sebelumnya, itu saja.

ALLAH MENCIPTAKAN DUNIA KITA SEBAGAI CITRA-CITRA DI DALAM OTAK

ALLAH MENCIPTAKAN DUNIA KITA SEBAGAI CITRA-CITRA DI DALAM OTAK


Seluruh hal yang kita lihat sebagai materi pada kenyataannya tidak lebih dari foton-foton. Foton adalah partikel cahaya dengan panjang gelombang yang bervariasi. Gelombang-gelombang ini merambat ke arah kita dan berubah menjadi sinyal-sinyal listrik ketika mereka sampai pada retina di mata kita. Sinyal-sinyal listrik tersebut bergerak di sepanjang jalan yang telah ditetapkan dan pada akhirnya mencapai pusat penglihatan di dalam otak. Dan disana gelombang-gelombang tersebut memberikan asumsi dengan cara yang sangat luar biasa: Kita yakin bahwa apa yang kita lihat benar-benar berada disana, dan benar-benar ada sebuah televisi atau bangunan pencakar langit di hadapan kita.
Tak peduli betapa meyakinkannya sebuah citra dari bangunan pencakar langit, apa yang Anda anggap sebagai materi pada kenyataannya tidak lebih dari sinyal-sinyal listrik. Dan citra tersebut terbentuk di dalam otak Anda, bukan di depan Anda. Citra sesungguhnya dari bangunan pencakar langit yang ada di luar tidak akan pernah mencapai Anda. Segala hal yang Anda persepsikan, sebagai sinyal-sinyal listrik, adalah gelombang-gelombang cahaya yang terpancar dari bangunan tersebut. Dengan kata lain, apa yang Anda lihat adalah tidak lebih dari gelombang-gelombang cahaya dan sinyal-sinyal listrik. Dengan demikian, sepanjang hidup Anda hanya melihat sebuah citra ilusi dari bangunan pencakar langit, dan bukanlah bangunan pencakar langit yang sesungguhnya. Meskipun sebuah ilusi, bagaimanapun juga, citra tersebut tetaplah sangat jelas dan tidak ada cacat dalam penampakannya. Sangatlah sulit untuk menyadari kenyataan bahwasanya citra tersebut hanya terdiri dari sinyal-sinyal listrik. Citra tersebut diciptakan dengan sangat sempurna di dalam otak sehingga hampir mustahil untuk dapat membedakannya dengan bangunan sesungguhnya. Ini adalah kesempurnaan karya seni dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Keajaiban diciptakan setiap hari, setiap saat di otak manusia. Walaupun hanya sinyal-sinyal listrik yang mencapai otak, dan walaupun bagian dalam otak adalah gelap gulita dan walaupun daerah tersebut hanya berukuran sekian centimeter persegi, semua gunung-gunung, laut-laut, lapangan-lapangan, langit-langit, sampah-sampah yang tak pernah habis, rumah-rumah, televisi-televisi, orang-orang, pohon-pohon dan dengan kata lain semua hal yang kita lihat berada di dalam otak. Semua hal tersebut berwarna. Tetapi tidak ada warna di dalam otak. Semua hal disana bercahaya dan terang benderang, tetapi sesungguhnya tidak ada cahaya di dalam otak, ataupun bahkan di luar otak. Semua hal disana sangatlah berisik dan memiliki banyak suara, tetapi bagian dalam otak sama sekali hening. Ada perbedaan kedalaman disana; bintang-bintang tampak sangat jauh, sedangkan sebuah pensil yang kita pegang tampak dekat. Tetapi kenyataannya semua hal memiliki bidang yang sama di otak kita dan dengan jarak yang sama. Matahari tampak ribuan kilometer di kejauhan sana. Tetapi sesungguhnya berada tepat di sebelah kita, di dalam otak-otak kita. Alasan mengapa matahari ada di dalam otak kita adalah karena citra tersebut semata-mata sebuah sinyal-sinyal listrik. Sebuah tubuh yang kita tahu berada sejauh ribuan kilometer sesungguhnya tercipta di sebuah ruang yang hanya berukuran sekian centimeter persegi.
Dengan demikian, dunia yang kita lihat bukanlah materi yang sesungguhnya. Kita tidak akan pernah bersentuhan langsung dengan materi sesungguhnya yang ada di luar sana. Dunia kita terbatas dengan apa yang ditampilkan pada layar di otak-otak kita. Jauh dari itu, kita tidak dapat menjamin apakah entitas tersebut ada atau tidak, sebagaimana kita tidak dapat menjamin apakah dunia yang diciptakan untuk kita adalah sama dengan dunia sesungguhnya di luar sana.
Dunia yang kita lihat adalah dunia yang Allah transmisikan ke ruh kita. Tidak ada materi di dunia tersebut; tidak ada kekerasan, kelembutan, bau ataupun warna. Hanya ada sinyal-sinyal listrik. Allah membuat sinyal-sinyal listrik sebagai penyebab dari dunia yang bercahaya dan berwarna yang Dia tunjukkan kepada ruh kita. Dan adalah ruh, yang Dia ciptakan untuk setiap manusia, yang mempersepsikan dan menerjemahkan citra-citra ini, gembira, bersedih, ragu-ragu, merasa bahagia dan rindu, mengingat, mencintai dan merasakan kegembiraan di dunia tersebut.

DARWINIS MENGANGGAP JURNAL-JURNAL ASING, SUCI

DARWINIS MENGANGGAP JURNAL-JURNAL ASING, SUCI



Darwinis baru-baru ini menunjukkan kekaguman besar. Mereka percaya bahwa jurnal asing menakjubkan. Mereka berpikir bahwa jurnal-jurnal tersebut suci, dan segala sesuatu yang dimuat olehnya pun suci. Karena mereka memiliki kepercayaan diri membayangkan bahwa segala sesuatu yang telah dimuat akan memiliki dampak yang menakjubkan. Cara mereka yang terkesan dengan segala hal asing dan inferioritas kompleks mereka yang berasal dari ketidakmampuannya untuk membela teori evolusi ilmiah, memaksa mereka untuk mengeluarkan pernyataan tersebut.
Kekaguman ini yang diperuntukkan pada semua hal asing, telah mencapai suatu dimensi dimana pendukung evolusi di Turki  tertentu, menolak untuk menerima bukti-bukti ilmiah seperti itu kecuali diterbitkan dalam jurnal-jurnal yang sangat mereka kagumi. Mereka menentang semua jenis fakta ilmiah dengan mengatakan: "jika sebuah artikel diterbitkan di sebuah majalah asing, itu benar, dan jika tidak, itu salah." Mereka masih menolak apabila dokumen tersebut dikumpulkan menjadi bentuk buku. Di mata mereka, untuk artikel yang akurat dan ilmiah harus diterbitkan dalam jurnal  sekitar 50 halaman ukuran 27x20 cm, pada makalah dalam format kertas yang  diilustrasikan dengan gambar Darwin di sampulnya. Tetapi jika makalah dikumpulkan bersama menjadi bentuk buku, mereka tetap tidak akan menerimanya, tanpa mempedulikan  bukti ilmiah apapun yang dikandungnya.
Bagaimanapun, faktanya adalah, SUATU KARYA ILMIAH ADALAH YANG MEMBERIKAN BUKTI ILMIAH. Karya tersebut dapat dalam bentuk CD, atau buku atau majalah, apapun selama itu berisi bukti ilmiah. Tidak ada keharusan diterbitkan dalam jurnal Inggris, berupa makalah dengan format kertas. Menolak penelitian oleh ilmuwan Turki, semata-mata atas dasar bahwa dituliskan dalam bahasa Turki dan diterbitkan di Turki dan terus menerus  secara terbuka mengungkapkan kekaguman buta atas Eropa merupakan suatu hal yang sangat memalukan bagi para ilmuwan Darwinis Turki.
Inilah kekaguman  yang dirasakan Darwinis Turki atas jurnal Nature dan jurnal lainnya yang berasal dari Eropa yang berdasar pada kenyataan bahwa jurnal tersebut dan  jurnal lainnya berada  di bawah perlindungan kediktatoran Darwinis. Darwinis sangat menyadari bahwa tak ada satu kata pun yang berasal dari para anti-Darwinis diizinkan  muncul dalam publikasi ini. Paleontologis saat ini memiliki 250 juta fosil yang membuktikan fakta adanya Penciptaan. Namun, meski semua bukti tersebut ilmiah, tidak ada satu pun yang pernah muncul di salah satu publikasi yang menjadi tanda tanya ini . Mereka mengecualikan bukti ilmiah tersebut, karena jika disertakan maka  akan membuktikan adanya fakta Penciptaan, dan tentunya  bertentangan dengan kepentingan kediktatoran Darwinis.
Hal lain yang perlu dijelaskan di sini adalah : jurnal Nature yang sangat dipuji Darwinis pertama kali ditulis oleh Thomas Henry Huxley, yang menyebut dirinya "bulldog Darwin," seorang mason kelas atas dan anggota  Royal Society, di set up oleh Mason dan diberikan kepercayaan untuk menyebarkaan teori evolusi Darwin. Tujuan terbesar dari majalah ini, yang didirikan sepenuhnya di bawah kendali Freemasons, adalah untuk terlibat dalam propaganda omong kosong guna menyebarkan teori Darwinisme ke seluruh dunia. Untuk alasan itu, merupakan cara mudah para Darwinis untuk mengatakan bahwa mereka hanya mempertimbangkan apapun yang tertulis dalam jurnal di bawah kendali Darwinis masonik sebagai "ilmiah."
Darwinis saat ini harus meninggalkan tipuan mereka. Mereka tidak dapat melawan fosil berjumlah 250 juta, atau membenarkan posisi mereka di hadapan fakta ilmiah. Hal tersebut karena Darwinisme  dalam kebingungan dan kekalahan di seluruh dunia. Dan semua orang mengetahuinya. Darwinis akhirnya harus meninggalkan kekaguman mereka atas jurnal asing dan bertindak dalam  kebenaran bukti-bukti ilmiah.

ALLAH BERKUASA ATAS SEGALANYA

ALLAH BERKUASA ATAS SEGALANYA



Allah, pencipta segala sesuatu, satu-satunya pemilik seluruh makhluk. Dialah Allah yang menghimpun gumpalan awan, yang memanaskan dan menerangi bumi, merubah arah angin, menetapkan burung-burung tetap di langit, menyemai benih, menentukan detak jantung manusia, menetapkan fotosintesis tanaman, dan menjaga planet-planet pada orbitnya. Orang pada umumnya mengira bahwa fenomena seperti itu terjadi menurut “hukum fisika”, “gravitasi”, “aerodinamika”, atau faktor-faktor fisika lainnya; akan tetapi, terdapat satu kebenaran pentingyang mereka abaikan: semua hukum fisika itu diciptakan oleh Allah. Sesungguhnya, satu-satunya penguasa di alam raya ini adalah Allah.
Allah mengatur segala sistemdalamsetiap peristiwa di bumi, tanpa memperhatikan apakah kita menyadarinya, atau apakah kita tertidur, duduk, atau berjalan. Pada masing-masing banyaknya proses di alam ini dan segala yangesemsialbagi eksistensi kita, semua itu berada di bawahkendali Allah. Bahkan kemampuan kita untuk mengambil sebuah langkah kecil pun bergantung pada ciptaan Allah dengan sangat detail, termasukgayagravitasi bumi, struktur kerangka manusia, sistem saraf dan otot, otak, jantung, dan bahkan kecepatan rotasi bumi.
Menghubungkan eksistensi dunia dan seluruh alam pada kebetulan belaka sungguh sebuah khayalan. Aturan hebat yang berlaku di bumi maupun alam raya sepenuhnya menentang kemungkinan pembentukan melalui suatukebetulan, dan–bahkan–lebih sebagai pertanda jelas kehendak Allah yang tidak terbatas. Sebagai contoh, orbit bumi mengelilingi matahari manyimpang hanya 2,8 mm di setiap 29 km dari jalur yang sebenarnya. Jika penyimpangan ini 0,3 mm lebih panjang atau lebih pendek, maka semua makhluk hidup di penjuru bumi akan membeku atau terbakar. Sementara, sebenarnya mustahil–bahkan–bagi sebuah kelereng berputar pada orbit yang sama tanpa penyimpangan sedikitpun, dan bumi mengerjakan bagiantersebutmeskipun memiliki masa yang besar. Sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’ân, “...Allah telah menetapkan kadar pada seala sesuatu...” (QS. Al-Thalâq, (65):3). Sebenarnya, keteraturan di alam yang begitu baik ini, dipelihara sebagai wujud sistem yangluar biasayang bergantung sepenuhnya pada pola keseimbangan yang rumit.
Beberapa orang menganut keyakinan yang keliru, bahwa Allah “menciptakan segalanya dan kemudian meninggalkannya sebagaimana yang telah ditetapkan”. Akan tetapi, peristiwa apapun yang bertempat di alam raya ini, terjadi semata oleh kehendak Allah dan di bawah kendaliNya. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’ân:
“Tidakkah kamu tahu bahwa Allah mengetahui segala yang ada di langt dan di bumi? Yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah kitab (lauh mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.(QS. Al-Hajj, (22):70)
Sangat penting menggenggam fakta ini bagi seseorang yang tengah berjuang dekat pada Allah. Doa Nabi Muhammad saw. yang dikutip dibawah ini merupakancontoh yang sangat tepat:
Ya Allah: segala puji bagiMu: Engkaulah Penguasa langit dan bumi. Segala puji bagiMu; Engkaulah Pemelihara langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya. Segala puji bagiMu; Engkaulah Cahaya langit dan bumi. PerkataanMu itu benar, dan janjiMu juga benar, dan pertemuan denganMu itu benar, dan surga dan api neraka juga benar, dan waktu itu benar. Ya Allah! aku serahkan diri ini padaMu, dan aku percaya dan bergantung padaMu, dan aku bertobat padaMu, dan dengan petunjuk-petunjukMu aku berdiri menghadapi musuh-musuhku, dan padaMu aku tinggalkan hukuman (untuk mereka yang menolak pesanku). Ya Allah! Ampunilah dosa-dosaku yang telah kulakukan atau aku lakukan nanti, dan juga dosa-dosa yang aku lakukan secara terang-terangan maupun tersembunyi. Hanya Engkaulah Tuhanku yang aku sembah dan tiada Tuhan bagiku (yaitu tidak menyembah kecuali padaMu). (HR. Al-Bukhârî)
Proses rumit yang terjadi pada tubuh makhluk hidup adalah contoh menarik yang membantu kita meyakini kehendak Allah. Sebagai contoh, di setiap saat, ginjal menyaring darah dan melepaskan molekul-molekul berbahaya untuk dikeluarkan dari tubuh. Penyaringan dan proses pembersihan ini , yang dapat dijalankan oleh satu sel ginjal, hanya dapat dikerjakan oleh haemodialyser (ginjal buatan). Haemodialyser secara sengaja dirancang oleh parailmuan. Akan tetapi, ginjal tidak merasakan atau memilikipusatpembuat keputusan, ataupun daya berpikir. Dengan kata lain, sel ginjal yang ‘tidak sadar’ ini dapat menyelesaikan tugas yang–justru–menuntut sebuah proses berpikir yang rumit.
Adalah hal yang mungkin menemukan jutaan contoh serupa di dalam makhluk hidup. Molekul, tersusun dari materi yang ‘tidak sadar’, melakukan tugas yang begitu hebatyangsebaliknya memberi kesan ‘kesadaran’. Jenis ‘kesadaran’ dalam perkara ini jelas–tentunya–merupakan ilmu dan kearifan Allah yang tidak terbatas. Allah lah yang menciptakan sel-sel ginjal, seperti halnya moleku-molekul tersebut, dan yang menetapkan–dalam keteraturan–untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Dalam Al-Qur’ân Allah menerangkan pada kita bahwa Dia yang terus-menerus mengirimkan ‘perintah’ pada makhluk ciptaanNya:
Allah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. At-Thalâq, (65):12)
Jelaslah, Allah, yang menciptakan segala yang ada di alam ini, tentu saja dapat menghidupkan yang mati. Dari kenyataan ini, Allah menetapkan sebagai berikut:
“Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Dia tidak merasa letih karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. Al-Ahqaf, (46):33)

MENGHINDARI KESIA-SIAAN

MENGHINDARI KESIA-SIAAN



Lalai menghargai berkah atau pemberian dari Allah, menghabiskan atau menghambur-hamburkan sesuatu adalah bentuk kesia-siaan, bertentangan dengan  yang Allah peringatkan dalam A-Qur’ân:
“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isrâ’, (17):26-27)
Kelalaian atas limpahan berkah yang diberikan Allah menunjukkan kurangnya bersyukur padaNya. Seperti yang ditetapkan dalam Qur’ân, mengingkari syukur adalah sifat setan; oleh karena itu, mereka yang tidak bersyukur pada Allah dengan mengabaikan ketetapanNya, menjadi “saudara iblis” atau pengikut setan.
Sementara keberkahanssemestinyasecara logisdapat meningkatkan rasa bersyukur seseorang kepada Allah, maka menyia-nyiakannya menunjukkan sikap pengingkaran, sebuah sikap yang mungkin akan mencabut rahmat dan berkah Allah pada seseorang di hari akhirat.
Surga adalah tempatnya kemuliaan yang dihiasi oleh nikmat Allah yang sempurna dan tak terbatas. Akan tetapi, tak mungkin bagi seseorang yang tetap tidak peka terhadap limpahan berkah di dunia, dapat–dengan pantas–menghargai berkah Allah di surga dan memujiNya.
Agar layak mendapatkan surga, seseorang pertama-tama harus menghargai apa yang telah Allah berikan padanya ketika masih di dunia.
Meskipun seseorang mungkin menghindari pemborosan yang besar, tetapi ketidakpedulian, penyalahgunaan serta lalai atau salah dalam menjaga perkara-perkara yang kecil, dianggap sebagai bentuk pengingkaran syukur juga.
Seorang mu’min–terutama–harus cermat dalam persoalan-persoalan demikian karena takut menjadi ingkar atau lalai dalam menghormati Allah.
Dalam Al-Qur’ân, Allah menginginkan hamba-hambaNya memperoleh manfaat dari berkahNya menurut cara yang terbaik, sekalipun mereka dapat menghindari kesia-siaan:
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A`râaf, (7):31)

Praktikum LAJU REAKSI

LAJU REAKSI (KELAS XI)
Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Alat dan Bahan :
Alat dan Bahan
1. Pipet 6. Labu takar 11. Corong
2. Gelas kimia 100 ml 7. Pengaduk 12. NaOH(s) → 2 gram
3. Gelas kimia 200 ml 8. Cawan 13. HCl 3 M → 41,7 ml
4. Gelas ukur besar 9. Timbangan kaki 3 14. H2SO4 → 2,8 ml
5. Gelas ukur kecil 10. Sendok kecil 15. Air → 100 ml
Cara Kerja :
  • Percobaan I
  1. Timbang sebanyak 2 gram NaOH(s).
  2. Tuangkan NaOH (s) ke dalam gelas kimia dan larutkan dengan air ± 100 ml. Kemudian aduk hingga larut.
  3. Tuangkan larutan NaOH dari gelas kimia ke labu takar. Kemudian tambahkan air hingga volumenya 250 ml.
  • Percobaan II
  1. Ambil sebanyak 41,7 ml HCl 3 M menggunakan gelas ukur.
  2. Tuangkan ke dalam gelas kimia dan tambahkan air ± 100 ml.
  3. Aduk hingga rata.
  4. Tuangkan larutan tersebut ke dalam labu takar dan tambahkan air sampai volumenya 250 ml. Kemudian kocok.
  • Percobaan III
  1. Ambil 2,8 ml H2SO4 pekat menggunakan gelas ukur kecil.
  2. Siapkan 100 ml air dalam gelas kimia.
  3. Tuangkan sedikit demi sedikit H2SO4 pekat ke dalam gelas kimia sambil diaduk hingga rata.
  4. Tuangkan larutan tersebut ke labu takar dan tambahkan air sampai volumenya 250 ml. Kemudian kocok.
Perhitungan Percobaan :
  • Percobaan I
Untuk membuat larutan 250 ml NaOH dari NaOH padat, maka pertama kali yang dilakukan adalah menimbang NaOH padat.
Diketahui : volumenya 250 ml, Mr NaOH 40
Ditanyakan : massa NaOH padat
Jawab :
nNaoH = 250 ml x 2 = 50 mmol = 0,05 mol
nNaOH = gram NaOH/Mr
0,05 = gram NaOH/40
Gram NaOH = 2 gram
Jadi, massa NaOH yang diperlukan adalah 2 gram.
  • Percobaan II
Untuk membuat larutan 250 ml HCl 0,5 M dari HCl 3 M, pertama kali yang dilakukan adalah menghitung volume HCl.
V1.M1 = V2.M2
250.0,5 = V2.3
V2 = 41,7 ml
Jadi, volume HCl yang diperlukan adalah 41,7 ml
  • Percobaan III
Untuk membuat larutan 250 ml H2SO4 dari H2SO4 padat dengan kadar air 98% adalah melakukan perhitungan sebagai berikut.
Diketahui : c = 1,8 kg/dm3, Mr H2SO4 = 98, V1 = 250 ml, M1 = 0,2 M
Ditanyakan : molaritas H2SO4 pekat dan V2
Jawab :
M = M
V1.M1 = V2.M2
250.0,2 = V2.18
50 = 18V2
V2 = 2,8 ml
Jadi, volume H2SO4 yang diperlukan adalah 2,8 ml (warna sama persis dengan air).
Kesimpulan :
Laju reaksi dipengaruhi oleh faktor :
  1. Konsentrasi pereaksi.
  2. Suhu.
  3. Luas permukaan.
  4. Katalis.
  5. Tekanan.

GUDANG PENYIMPANAN AIR DI DAUN

GUDANG PENYIMPANAN AIR DI DAUN


Daun dari tanaman gurun pasir yang menyimpan air dan bahan makanan biasanya berbentuk silinder, seperti genus stoncrops yang dikenal sebagai Sedum, atau bentuk prisma seperti tanaman di daerah dingin (Carpobrotus). Karena memiliki gudang penyimpanan air, tanaman-tanaman yang hidup di daerah gersang ini memiliki tampilan segar. Air disimpan di dalam batang atau sel dinding tipis dan lebar di daun. Lapisan atas dedaunan yang tebal ini mencegah penguapan air.   
Bentuk bundar adalah bentuk lain ciptaan tanpa cela dari tanaman gurun pasir. Karena bentuknya yang memiliki permukaan terkecil, bentuk bundar adalah bentuk volume paling efisien untuk menyimpan air. Batang tanaman gurun pasir yang tebal, bentuk bundar dan pori-pori yang tertutup selama siang hari dan terbuka di malam hari merupakan struktur yang mengurangi kehilangan air karena penguapan.
Banyak tanaman menyimpan air dalam tempat berbeda. Misalnya, tanaman Century menyimpan air di dalam daun yang tebal dan gemuk; tanaman Cereus yang membuka di malam hari, menyimpan air di akarnya yang berada di bawah tanah; dan tanaman kaktus dengan batang yang bundar. Tanaman seperti Agave membuka daun lekuknya untuk menangkap air hujan yang sangat jarang turun. Kebalikannya, daun tanaman seperti Sarracenia minor yang hidup di daerah bercurah hujan tinggi, seperti payung, melindungi tanaman dari hujan yang berlebihan. 
Permukaan daun kaktus pear berduri rata. Di permukaan, semuanya hampir memiliki puncak atau deretan duri paku yang sangat tajam. Tanaman-tanaman ini mampu membentang dan menutup tergantung dari jumlah air yang disimpan di dalam jaringan tanaman itu. 
Semua orang pasti pernah melihat kaktus. Akan tetapi, sebagian besar kaktus memiliki duri yang melindungi batang penuh air dari hewan. Lapisan atas yang dilapisi lilin melindungi tanaman tersebut dengan menghalangi efek sinar matahari dan mengurangi penguapan. Lapisan lilin yang mengkilat memantulkan sebagian besar cahaya yang menyinari tanaman itu; beberapa diantaranya ditutupi rambut putih untuk memantulkan lebih banyak sinar matahari. Sebagai tambahan dari keindahan tanaman itu, keistimewaan kaktus juga merupakan sebuah keajaiban dari penciptaan. 
Ada rencana, urutan dan tujuan dari setiap komponen tanaman kaktus, dari duri hingga rambut yang menutupinya – semuanya merupakan bukti penting bahwa kaktus tidak bisa ada secara kebetulan, tetapi diciptakan oleh Allah SWT.
Beberapa jenis kaktus, terutama kaktus Window Leaves, menguburkan seluruh tubuhnya, dan mengeluarkan hanya ujung daunnya di permukaan tanah. Ujung daun transparan, tetapi yang berada di bawah permukaan memiliki sel hijau berklorofil. Sel-sel ini, teratur dalam bentuk garis panjang, menangkap sinar matahari yang masuk dari ujung daun untuk melakukan proses fotosintesa. Sebagai hasil dari struktur istemewa ini, tanaman tersebut mengurangi penguapan air dalam volume tertentu dan bersembunyi dari sinar matahari terik dengan sebagian besar tubuhnya berada di bawah permukaan tanah. Tanaman ini juga tidak memiliki kesulitan bertahan hidup di lingkungan dimana banyak makhluk hidup lainnya tidak dapat bertahan hidup untuk waktu lama.   
Sebagai tambahan dari banyak ciri khas, tanaman gurun pasir diciptakan untuk benar-benar tahan terhadap kondisi kemarau. Misalnya, pohon cemara pygmy Amerika Peucephyllum dan Capparis spinosa, yang dapat menyerap sedikit embun di malam hari dan tetap berwarna hijau bahkan di kondisi paling kering, benar-benar tahan terhadap musim kemarau. Banyak semak dan pepohonan juga tahan terhadap musim kemarau, karena dedaunan tanaman itu memiliki beberapa keistimewaan. Misalnya Paloverde memiliki dedaunan sangat kecil. Tanaman lainnya memiliki bentuk daun seperti jarum atau buket; berkat ukurannya yang kecil, sedikit permukaan yang terekspos sinar matahari. 
Dedaunan dari tanaman yang hidup pendek hanya memiliki satu sisi pori-pori, biasanya di sisi atas daun. Struktur ini mencegah hilangnya air melalui penguapan, terutama di dalam kondisi berangin. Dedaunan lain memiliki dua sisi pori-pori, yang menyerap embun dari udara, terutama saat kondisi cuaca berkabut.  
Untuk beberapa tanaman, terutama Manzanita, dedaunan disokong dengan cara tertentu hingga tetap berdiri tegak lurus. Permukaan tanaman sedikit terekspos sinar matahari dan kehilangan air dapat dikurangi. Paloverde, yang hanya memiliki struktur dedaunan yang hanya muncul sebentar di musim semi, melakukan fotosintesa di dahan dan ranting hijau yang licin. Karena memiliki terlalu banyak daun di lingkungan gurun pasir berarti lebih banyak air yang menguap.
Seperti yang telah Anda ketahui, tanaman yang dapat bertahan di iklim gurun pasir memiliki beberapa tindakan pencegahan yang berbeda terhadap panas. Sudah jelas bahwa tanaman itu tidak dapat memilih tindakan pencegahan antara satu tanaman dengan tanaman lainnya, karena tanaman tidak memiliki kesadaran, alasan dan informasi. Allah-lah yang menciptakan setiap tanaman dengan keistimewaan yang tepat dan tidak tertandingi untuk lingkungan di mana tanaman tersebut hidup.
 
HEAD LINE NEWS OZY-W | hartothenextpresiden.blogspot.com | i love ALLAH SWT | i love nabi Muhammad SAW